Rabu, 14 Maret 2012

ALERGI


BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Alergi merupakan keadaan yang timbul sebagai reaksi terhadap zat-zat asing yang berasal dari luar tubuh, misalnya debu, serbuk sari, makanan, kosmetik, dan obat-obatan tertentu. Alergi juga dapat disebabkan oleh tidak seimbangnya vitamin dan mineral, yang mungkin disebabkan oleh diet yang salah atau akibat tidak langsung dari gagalnya lapisan dinding usus untuk menyerap zat gizi dalam jumlah yang cukup.

Alergi merujuk pada reaksi berlebihan oleh sistim imun kita sebagai tanggapan pada kontak badan dengan bahan-bahan asing tertentu. Berlebihan karena bahan-bahan asing ini umumnya dipandang oleh tubuh sebagai sesuatu yang tidak membahayakan dan tidak terjadi tanggapan pada orang-orang yang tidak alergi. Tubuh-tubuh dari orang-orang yang alergi mengenali bahan asing itu dan sebagian dari sistim imun diaktifkan. Bahan-bahan alergi disebut "allergens". Allergens adalah bahan-bahan yang asing terhadap tubuh dan dapat menyebabkan reaksi alergi pada orang-orang tertentu.

1.2  Rumusan Masalah

1.      Apa yang dimaksud dengan alergi ?

2.      Gejala apa yang timbul pada saat terjadi reaksi alergi ?

3.      Apa saja jenis-jenis dari alergi ?

4.      Bagaimana penatalaksanaan pada kasus alergi ?

1.3  Tujuan 

1.      Untuk mengetahui pengertian alergi

2.      Untuk mengetahui gejala yang timbul saat terjadi reaksi alergi

3.      Untuk mengetahui jenis-jenis dari alergi

4.      Untuk mengetahui penatalaksanaan pada kasus alergi

BAB II

PEMBAHASAN

2.1  Pengertian Alergi

Alergi merupakan keadaan yang timbul sebagai reaksi terhadap zat-zat asing yang berasal dari luar tubuh, misalnya debu, serbuk sari, makanan, kosmetik, dan obat-obatan tertentu. Alergi juga dapat disebabkan oleh tidak seimbangnya vitamin dan mineral, yang mungkin disebabkan oleh diet yang salah atau akibat tidak langsung dari gagalnya lapisan dinding usus untuk menyerap zat gizi dalam jumlah yang cukup.

Alergi merujuk pada reaksi berlebihan oleh sistim imun kita sebagai tanggapan pada kontak badan dengan bahan-bahan asing tertentu. Berlebihan karena bahan-bahan asing ini umumnya dipandang oleh tubuh sebagai sesuatu yang tidak membahayakan dan tidak terjadi tanggapan pada orang-orang yang tidak alergi. Tubuh-tubuh dari orang-orang yang alergi mengenali bahan asing itu dan sebagian dari sistim imun diaktifkan. Bahan-bahan alergi disebut "allergens". Allergens adalah bahan-bahan yang asing terhadap tubuh dan dapat menyebabkan reaksi alergi pada orang-orang tertentu.
Ketika allergen bersentuhan dengan tubuh, dia menyebabkan sistem imun untuk mengembangkan reaksi alergi pada orang yang alergi terhadapnya. Ketika kita bereaksi secara tidak sesuai pada alergen yang umumnya tidak berbahaya pada orang-orang lain, kita mempunyai reaksi alergi dan dapat dirujuk sebagai alergi atau atopik. Oleh karenanya, orang-orang yang cenderung mendapat alergi disebut alergi atau atopik.
Dokter anak austria bernama Clemens Pirquet (1874-1929) pertamakali menggunakan istilah alergi. Ia merujuk pada kedua imunitas yang menguntungkan dan hipersensitifitas yang berbahaya sebagai alergi. Kata alergi berasal dari kata-kata Greek "allos," yang berarti berbeda atau berubah dan "ergos," berarti bekerja atau beraksi. Alergi secara garis besar dirujuk sebagai "reaksi yang berubah". Kata alergi pertama kali digunakan pada tahun 1905 untuk menggambarkan reaksi-reaksi yang merugikan dari anak-anak yang diberikan suntikan-suntikan berulang dari serum kuda untuk melawan infeksi. Tahun berikutnya, istilah alergi diusulkan untuk menerangkan kereaktifan yang berubah yang tidak diharapkan ini.  Gejala-gejala alergi berbeda-beda, tergantung pada faktor pemicunya, kerasnya sistem imun bereaksi serta titik kontak terhadap pemicu alergi(alergen). Walaupun berbeda-beda jenis reaksinya namun karakteristik umum alergi tetap sama, yaitu reaksi berlebihan dari sistem imun tubuh terhadap benda asing yang masuk tubuh (antigen). Pada kasus alergi, antigen secara spesifik digolongkan kedalam kategori yang disebut alergen(faktor pemicu alergi). Zat pemicu alergi ini dikontrol tubuh dengan melepaskan immunoglobulin, IgE. Alergi sering terjadi bersamaan dengan penyakit lain, seperti asma, infeksi telinga, sinusitis, dan gangguan tidur seperti apnea.
2.2 Gejala Reaksi Alergi  
Orang yang memiliki reaksi alergi terhadap zat tertentu dapat mengalami berbagai gejala yang dapat mempengaruhi sistem pernafasan, kulit, sistem gastrointestinal, dan dalam kasus yang parah, sistem kardiovaskular. Gejala dapat terjadi sendiri atau dalam kombinasi dengan gejala lainnya. Gejala pernafasan umum meliputi bersin, pilek, hidung tersumbat, tekanan sinus. Gatal, mata berair dan sakit kepala dapat terjadi dengan atau tanpa gejala pernafasan. Demam adalah suatu kondisi di mana ada reaksi alergi terhadap serbuk sari. Hay fever dan alergi pernafasan lainnya, seperti untuk cetakan dan debu, adalah jenis rhinitis alergi. Ini reaksi alergi bisa meniru gejala flu. Dalam beberapa kasus gejala pernapasan reaksi alergi juga dapat terjadi dalam kombinasi dengan gejala alergi pada kulit. Ini termasuk ruam, pruritus (gatal), pembengkakan dan gatal-gatal. Alergi juga dikaitkan dengan beberapa kondisi kulit, seperti eksim dan dermatitis kontak. Alergi makanan dapat hadir dengan gejala pernafasan di samping gejala-gejala, seperti pembengkakan pada mulut, tenggorokan, dan bibir, sesak nafas, sakit perut, dan mual, muntah, dan diare. Asma sering berjalan di tangan-tangan dengan memiliki reaksi alergi. Alergen dapat memicu serangan asma yang menyebabkan penyempitan saluran udara di peradangan, paru-paru, dan membangun-up lendir. Hal ini menyebabkan sesak napas dan batuk, yang dapat menjadi parah dan mengancam jiwa bila tidak ditangani segera. Reaksi alergi yang mengancam jiwa disebut reaksi anafilaksis dan memerlukan intervensi medis segera. Gejala meliputi sesak napas, pembengkakan mulut, bibir dan tenggorokan, kesulitan menelan atau berbicara, kebingungan, penurunan berat tekanan darah (hipotensi), dan syok.
Daftar tanda dan gejala yang disebutkan dalam berbagai sumber untuk reaksi alergi mencakup 16 gejala tercantum di bawah ini:
• Bervariasi tergantung pada sifat alergi misalnya pernapasan, kulit
• Masalah kulit
• Hives
• Eksim
• Kulit ruam
Dermatitis
• Pernapasan masalah
• Pembengkakan saluran pernafasan
• Masalah pencernaan
• Diare
• Gatal
• Bersin
• hidung
berair
• Streaming mata
• Angioedema
• Anafilaksis
2.3 Jenis-jenis Alergi  dan Penyebabnya
Ada banyak jenis alergi serta penyebab alergi. Beberapa yang lebih umum meliputi:
·         Alergi Rinitis (Radang Hidung)
Alergi Rinitis adalah peradangan rongga hidung yang disebabkan oleh reaksi alergi. Sering terjadi pada semua umur, yang disebabkan oleh faktor keturunan. Orang yang sering terserang menyebabkan bersin-bersin. Alergi hidung secara garis besar digolongkan menjadi dua grup, yaitu terus-menerus dan musiman. Alergi yang terus menerus disebabkan oleh kontak dengan alergen secara terus menerus seperti debu dan tungau (kutu mikroskopik), jamur dan bulu binatang. Alergi jenis ini yang musiman juga disebut sebagai demam rumput kering (hay fever), disebabkan serbuk sari yang terbang musiman. Kejadian alergi musiman akan timbul disaat musim serbuk sari berkembang.Gejalanya, Bersin-bersin, hidung berair, pilek dan pada beberapa kasus dapat menyebabkan mata merah dan berair. Penyebabnya, Rangsangan terhadap debu, serbuk, asap rokok, parfum, rambut, bulu binatang, jenis binatang, jenis makanan tertentu dan perubahan udara maupun cuaca. Reaksinya timbul peradangan dan pengeluaran cairan yang berlebihan baik pada hidung maupun mata.
·         Alergi Kulit/Radang kulit (Eksema/ Dermatitis)
Eksema adalah suatu reaksi alergi berupa gatal ruam pada kulit, juga dapat disebabkan oleh infeksi bakteri. Penyakit ini tidak menular, tetapi cenderung diturunkan dalam keluarga. Gejalanya, Kumpulan lepuhan berwarna merah diatas kulit, kemudian pecah dan mengeluarkan cairan yang gatal. Bila cairan itu mengering, menyebabkan kulit bersisik dan sangat gatal sekali. Penyebabnya,  Alergi pada kulit sangat rentan yang mungkin dicetuskan oleh bahan/senyawa mulai dari kosmetik, detergen, sabun mandi, perhiasan imitasi , kain yang kasar dan pakaian yang lembab atau yang terlalu ketat yang dapat menimbulkan gatal atau makanan tertentu.

·         Asma

Asma adalah peradangan saluran pernafasan yang mengakibatkan kesulitan bernafas karena menyempitnya saluran udara bronkial sehingga pasokan udara ke paru-paru menjadi kurang. Asma tidak selalu disebut alergi, namun disebut sebagai gejala alergi yang disebabkan oleh alergen yang terhirup. Gejala-gejala asma yang umum adalah nafas pendek, batuk, nafas berbunyi dan dada sesak.

 

·         Alergi mata atau alergi Konjungtivitis

Alergi ini disebabkan oleh peradangan selaput yang meliputi bola mata dan struktur dibawah bola mata. Ada 5 gejala umum dari alergi konjungtivitis yaitu, bertambahnya produksi airmata, putih mata menjadi merah begitu juga bagian dalam kelopak mata, mata menjadi gatal, pandangan kabur dan pembengkakan kelopak mata atau sekitarnya.

·         Alergi makanan,
Alergi makanan lebih sering terjadi pada anak-anak daripada orang dewasa. Alergi makanan biasanya terjadi pada orang-orang yang mempunyai keturunan alergi dalam keluarganya. Orang-orang seperti ini juga memiliki kemungkinan besar terserang asma serta alergi lainnya. Penyebabnya, hampir setiap jenis makanan, memiliki potensi untuk menimbulkan reaksi alergi. Sifat fisikokimia yang berperan dalam alergenisitas masih belum banyak diketahui. Alergen dalam makanan, terutama berupa protein yang terdapat di dalamnya. Beberapa makanan seperti susu sapi, telur, dan kacang mengandung beberapa protein dan allergen sekaligus. Namun demikian   tidak semua protein dalam makan tersebut mampu menginduksi produksi IgE. Penyebab yang paling sering pada alergi makanan pada orang dewasa adalah kacang-kacangan, ikan, dan kerang sedangkan penyebab yang paling sering alergi makanan pada anak adalah susu, telur, kacang-kacangan, ikan, dan gandum. Sebagian besar alergi makanan akan menghilang setelah pasien menghindari makanan tersebut dan kemudian melakukan cara eliminasi makanan, kecuali alergi terhadap kacang-kacangan, ikan dan kerang cenderung menetap atau menghilang setelah jangka waktu yang sangat lama.
·         Alergi obat.
Banyak resep dan obat-obatan nonprescription dapat menyebabkan reaksi alergi. Reaksi alergi terhadap obat ini sangat umum dan kadangkala tak terduga.


·         Alergi terhadap kosmetik,
Seperti kuku buatan, ekstensi rambut, dan tato henna. Alergi musiman muncul pada waktu yang sama setiap tahun dan disebabkan oleh paparan terhadap serbuk sari dari pohon, rumput, atau gulma.
·         Alergi pada orang Alergik dengan antibody IgE yang berlebihan
Beberapa orang mempunyai kecenderungan “alergik”. Alergi semacam ini disebut alergi atopic karena disebabkan oleh respon sistem imun yang tidak lazim. Kecenderungan alergi ini diturunkan secara genetis dari orang tua ke anak , dan ditandai dengan adanya sejumlah besar antibody IgE dalam darah. Antibodi ini disebut reagin atau anytibodi tersensitisasi untuk membedakannya dengan antibody IgE yang lebih umum . Bila suatu allergen  ( yang didefinisikan sebagai suatu antigen yang bereaksi secara spesifik dengan antibody regain IgE tipe spesifik) memasuki tubuh, maka terjadi reaksi allergen-reagin, dan kemudian terjadi reaksi alergi.
Sifat khusus antibody IgE (reagin) adalah adanya kecenderungan yang kuat untuk melekat pada sel mast dan basofil. Sesungguhnya , satu sel mast atau basofil dapat mengikat sampai setengah juta molekul antibody IgE. Bila suatu antigen (allergen) yang mempunyai banyak tempat ikatan kemudian berikatan dengan beberapa antibody IgE yang melekat pada sel mast atau basofil, maka ini akan menyebabkan perubahan segera pada sel mast atau basofil , mungkin disebabkan oleh efek fisik dari molekul antibody yang dapat merubah membran sel. Padasetiap saat, banyak sel mast dan basofil yang ruptur; ada juga yang segera melepaskan substansi khusus seperti  histamine, protease, substansi anafilaksis yang bereaksi lambat ( yang merupakan campuran leukotrien-leukotrien toksik), substansi kemotaktik eosinofil, substansi kemotaktik netrofil, heparin, dan faktor pengaktif trombosit. Substansi-substansi ini menyebabkan beberapa efek seperti dilatasi pembuluh darah setempat; penarikan eosinofil dan netrofil menuju tempat yang reaktif; peningkatan permeabilitas kapiler dan hilangnya cairan ke dalam jaringan; dan kontraksi sel otot polos local. Karena itu, dapat terjadi berbagai respon jaringan, tergantung pada macam jaringan tempat reaksi allergen-reagin terjadi. Bermacam-macam reaksi alergi yang disebabkan oleh pola ini adalah sebagai berikut.
Anafilaksis. Bila suatu alergen spesifik disuntik secara langsung kedalam sirkulasi , maka alergen  tersebut dapat bereaksi dengan basofil dalam darah dan sel mast pada jaringan yang terletak tepat diluar pembuluh darah kecil jika basofil dan sel mast tersebut telah disensitisasi oleh pelekatan reagen IgE. Oleh karena itu terjadalih reksi aleri yang luas diseluruh sistem pembuluh darah dan jaringan yang berkaitan erat. Hal ini di sebut anafilaksis. Histamin  yang di lepaskan ke dalam sirkulasi akan menimbulkan vaso dilatasi di seluruh tubuh dan peningkatan permeabilitas kapiler, sehingga mengakibatkan kehilangan banyak plasma di sirkulasi. Orang yang mengalami reaksi ini, dalam waktu beberapa menit akan meninggal akibat syok sirkulasi, kecuali diobati dengan pemberian efinefrin untuk melawan pengaruh histamin
Basofil dan sel mast yang teraktifasi juga melepaskan suatu campuran leukotrien yang disebut substansi anafilaksis bereaksi lambat. Leukotrien-leukotrien ini dapat menyebabkan spasme otot polos bronkiolus sehingga menimbulkan serangan seperti asma dan kadang-kadang menimbulkan kematian akibat lemas.
Urtikaria. urtikaria timbul akibat masuknya antigen ke area kulit yang spesifik yang menimbulkan reaksi setempat yang mirip yang mirip dengan reaksi anafilaksis. Histamin yang dilepaskan setempat akan menimbulkan: (1) vasodilatasi yang meningkatkannya red flare kemerahan dan (2) peningkatan permebilitas kapiler setempat sehingga dalam beberapa menit kemudian akan terjadi pembengkakan  stempat yang berbatas jelas. Pembengkakan ini umumnya disebut urtikaria. Obat antihistamin sebelum seseorang terpajan akan mencegah timbulnya uritkaria
Hay fever . Pada hay fever,  reaksi alergen –reagen terjadi di dalam hidung. Histamin yang di lepaskan sebagai respon terhadap reaksi, menimbulkan dilatasi pembuluh darah intra nasal stempat, sehingga menyebabkan peningkatan tekanan kapiler dan peningkatan permeabilitas kapiler. Kedua efek ini menimbulkan kebocoran cairan yang cepat kedalam rongga hidung dan kedalam jaringan hidung yang lebih dalam : dan saluran hidung enjadi bengkak dan penuh dengan secret. Sekali lagi, penggunaan obat anti histamin dapat menghindari pembengkakan. Tetapi produk reaksi alergen- reagin yang lain tetap dapat. Menyebabkan iritasi pada hidung, sehingga menimbulkan syndrom bersim yang khas.
Asma. Asma sering terjadi pada seseorang yang alergen. Pada orang seperti ini, reaksi alergen reagen terjadi di dalam bronkiolus paru. Di tempat ini, produk paling penting yang di lepaskan dari sel mast tampaknya adalah substansi anafilaksi berakis lambat, yang minimbulkan spasme otot polos bronkiolus. Akibatnya, orang tersebut mengalami kesukaran bernapas sampai produk reaktif dari reaksi alergik di hilangkan. Pemberian anti histamin memberi efek yang sedikit saja terhadap perjalanan penyakit asma, karena histamine bukanlah faktor utama yang menimbulkan reaksi asma.

Fakta-fakta Alergi

  • Diperkirakan sekitar 50 juta penduduk Amerika dipengaruhi oleh kondisi-kondisi alergi.
  • Biaya dari alergi di Amerika adalah lebih dari US$ 10 milyar setiap tahunnya.
  • Alergi rhinitis (alergi hidung) mempengaruhi sekitar 35 juta penduduk Amerika, 6 juta darinya adalah anak-anak.
  • Asma mempengaruhi 15 juta penduduk Amerika, 5 juta darinya adalah anak-anak.
  • Angka dari kasus-kasus asma berlipat ganda selama 20 tahun terakhir.  
2.4 Penatalaksanaan
Pencegahan
1. Hindari pemicu seperti makanan atau obat-obatan yang dapat menimbulkan reaksi alergi walaupun obat atau makanan tersebut hanya menyebabkan reaksi ringan
2. Bila anda memiliki anak dengan alergi terhadap makanan tertentu, perkenalkan makanan yang baru satu persatu agar bisa diketahui mana yang menyebabkan alergi
3. Bila anda pernah memiliki riwayat reaksi alergi yang serius, bawa obat-obatan darurat (seperti difenhidramin dan suntikan epinefrin atau obat sengatan lebah) sesuai dengan anjuran dari dokter
Pengobatan
Pengobatan alergi pada dasarnya adalah simtomatik atau sesuai dengan gejala. Prinsip yang paling utama adalah proses penghindaran benda-benda yang diperkirakan merupakan suatu alergen dengan tujuan agar pasien tidak berkontak dengannya. Apabila reaksi alergi yang terjadi mengancam nyawa pasien, seperti terjadi pembengkakan di saluran nafas, maka pasien harus segera dibawa ke rumah sakit untuk penatalaksanaan yang lebih baik.
Penanganan
Untuk reaksi alergi ringan-sedang: 
1. Tenangkan dan yakinkan pasien bahwa ia akan baik-baik saja karena kecemasan dapat memperparah keadaan
2. Kenali dan identifikasi penyebab alergi. Bila telah diketahui maka segera hindari penderita dari penyebab. Penyebab alergi seperti sengatan lebah ditangani dengan cara mengeluarkan sengat menggunakan pencungkil baik kuku ataupun kartu kredit. Jangan menggunakan pinset atau penjepit lainnya karena dapat menghancurkan sengat dan menyebarkan racun lebih banyak
3. Bila penderita mengalami gatal-gatal segera berikan losio kalamin (pelembab yang mengandung kalamin) atau sesuatu yang dingin, hindari memberikan obat-obatan
4. Awasi penderita untuk gejala-gejala peningkatan distres
5. Panggil bantuan medis. Untuk gejala ringan mungkin hanya membutuhkan pengobatan dokter yang ringan seperti antialergi
Untuk reaksi parah:
1. Periksa ABC. Tanda-tanda bahaya untuk pembengkakan jalan nafas adalah suara serak dan berbunyi saat penderita mengambil nafas. Bila penderita mengalami kesulitan bernafas dan sangat lemah atau mengalami penurunan kesadaran, segera panggil bantuan. Bila perlu berikan bantuan nafas
2. Tenangkan penderita
3. Bila reaksi alergi adalah akibat sengatan lebah, hilangkan sengat dengan mencungkil. Jangan menggunakan penjepit
4. Bila penderita memiliki obat alergi segera berikan. Hindari pemberian melalui oral bila penderita mengalami kesulitan bernafas
5. Ambil tindakan untuk menghindari terjadinya syok. Baringkan penderita di tempat yang datar, tinggikan kaki penderita sekitar 12 inchi dan selimuti penderita dengan jaket atau kain. Jangan tempatkan penderita dengan posisi seperti ini bila penderita mengalami cedera di bagian kepala, leher, punggung, atau kaki
6. Bila penderita mengalami penurunan kesadaran, segera lakukan tindakan penanganan penurunan kesadaran.







BAB III
PENUNTUP
3.1 KESIMPULAN

Alergi merupakan keadaan yang timbul sebagai reaksi terhadap zat-zat asing yang berasal dari luar tubuh, misalnya debu, serbuk sari, makanan, kosmetik, dan obat-obatan tertentu. Alergi juga dapat disebabkan oleh tidak seimbangnya vitamin dan mineral, yang mungkin disebabkan oleh diet yang salah atau akibat tidak langsung dari gagalnya lapisan dinding usus untuk menyerap zat gizi dalam jumlah yang cukup.












Daftar Pustaka
Gyuton & Hall. 2001.Text Book of Medical Physiologi.philadelphia: Pennsylvania
Sudoyo,Aru W.dkk.2009.Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam.Jakarta: Interna Publishing
Gyuton & Hall. 2006. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran.Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC
Djuanda,Adhi. 2007. Ilmu Penyakit Kulit & Kelamin.Jakarta: Balai Penerbit FKUI


Tidak ada komentar:

Posting Komentar